28 November 2009

RAHASIA KELUARGA YANG DIBERKATI DAN BERHASIL


Ringkasan Khotbah Ibadah I, Minggu, 30 November 2008
“RAHASIA KELUARGA YANG DIBERKATI DAN BERHASIL”
Oleh : Bpk. Pdt. R. Timotius Kastanya
Ayat Pokok : YOSUA 24 : 14 – 15

Dalam ayat ini Yosua sebagai pemimpin bangsa Israel memberikan suatu pilihan kepada bangsa yang dipimpinnya, yaitu apakah mereka akan beribadah kepada allah nenek moyang mereka, atau allah orang Amori yang negerinya mereka duduki, ataukah kepada Allah yang sudah membebaskan mereka dari tanah perbudakan yaitu tanah Mesir?
Namun Yosua mengambil keputusan, bahwa apapun yang menjadi pilihan bangsa Israel, Yosua mengambil keputusan bahwa Ia dan seisi rumahnya (keluarganya) akan tetap beribadah kepada Tuhan. Yosua mengambil keputusan ini karena ia memiliki ketetapan hati sejak dari awal ia memimpin bangsa Israel, Ia menjalankan dengan setia apa yang Tuhan perintahkan. Perintah yang diberikan Tuhan kepada Yosua adalah (Yosua 1 : 1 - 9):
1.       Tetap memiliki hati yang kuat dan teguh
2.       Jangan kecut dan tawar hati
3.       Jangan lupa memperkatakan kitab Taurat dan merenungkannya siang dan malam, supaya Yosua dapat bertindak hati-hati sesuai dengan Firman Tuhan yang disampaikan melalui Musa
4.       Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya ada keberuntungan kemanapun ia pergi

Tuhan mengatakan apabila semua ini dilakukan Yosua, maka perjalanan hidup Yosua akan berhasil dan beruntung. Yosua melakukan apa yang Tuhan perintahkan, sehingga pelayanan Yosua secara global dapat dikatakan berhasil. Salah satu contoh keberhasilan yang diraih adalah dalam Yosua 6 : 1 - 27, yaitu tembok musuh yang kuat yaitu tembok Yerikho dapat diruntuhkan.

            Memang ditengah-tengah perjalanan Yosua dan bangsa Israel, mereka alami kegagalan juga, yaitu pada saat mereka berperang di kota “Ai” (Yosua 7). Kekalahan bangsa Israel dimulai pada saat mereka  meremehkan musuh karena mereka beranggapan kota Ai adalah kota yang kecil dengan penduduk yang sedikit pula. Sumber utama penyebab kekalahan Israel adalah adanya seorang yang bernama Akhan (dari suku Yehuda) yang melanggar perintah Tuhan, dimana Akhan mengambil barang-barang yang dikhususkan oleh Tuhan (Yosua 6 : 18, Yosua 7 : 1). Namun Yosua mengadakan pemberesan, ia bertindak menghukum Akhan, sehingga Tuhan berkenan kembali kepada Israel dan mereka dapat mengalahkan kota Ai dan membinasakannya. Pada akhirnya Israel dengan pimpinan Yosua, dapat merebut tanah-tanah musuh di Kanaan yaitu tanah perjanjian, yang akan menjadi milik Pusaka bangsa Israel.

Dalam Yosua 24:1-28, penekanannya adalah tentang beribadah kepada Tuhan. Seperti halnya dengan Yosua, walau apapun yang terjadi, satu keputusan yang harus kita diambil adalah kita harus tetap beribadah kepada Tuhan. Dalam ayat-ayat ini dapat kita lihat bagaimana Yosua juga mengasihi keluarganya dan bagaimana ia memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga yang melindungi keluarganya. Yosua menjalankan perannya sebagai :
-          Nabi, yang harus menasehati dan mengarahkan keluarga
-          Imam, yang terus menerus mendoakan (doa syafaat) untuk  keluarganya
Kita dapat lihat contoh yang baik dalam kehidupan Ayub, ia juga menjalankan tugasnya sebagai kepala rumah tangga dengan baik (Ayub 1 : 4 - 5).
           
Di akhir dari zaman akhir ini, sesuai dengan Firman Tuhan dalam 2 Timotius 3 : 1 - 4, kita akan melihat keadaan dari orang-orang yang tidak sungguh-sungguh dalam beribadah (Ayat 5). Dimasa yang sukar, orang yang tidak sungguh-sungguh beribadah akan serupa dengan orang yang tidak mengenal Tuhan, dimana mereka mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, berontak terhadap orang tua, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, tidak dapat mengekang diri, tidak memperdulikan agama, dlsb. Orang tua yang tidak sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan, akan menjadi seperti apa yang sudah disebutkan diatas. Akhir-akhir ini banyak orang tua yang tidak bertanggung jawab dan tidak menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Hal ini dapat membuat banyak keluarga yang berantakan bahkan mengalami kehancuran. Yosua adalah contoh yang baik sebagai pemimpin bangsa dan juga bagi keluarganya. Suatu tekad untuk tetap beribadah dengan sungguh-sungguh membuat Yosua dapat membawa keberhasilan bagi bangsa dan keluarganya.
Bagaimana caranya agar kita dan keluarga kita bisa meraih keberhasilan?
1.      Yosua 24:2-3, bandingkan Kejadian 18:17-19
Yaitu hidup menurut Jalan yang ditentukan oleh Tuhan. Ulangan 6:7, Amsal 13:24, dan 19:18. Kita harus hidup terus menerus didalam kebenaran Firman Tuhan, menjadi pelaku-pelaku Firman yang dapat menjadi teladan yang baik dan dapat mengajarkan kepada anak-anak secara terus menerus. Kapanpun dimanapun kita wajib menasehati, mengajarkan anak-anak sesuai dengan Firman Tuhan. Mendidik anak itu dimulai dari anak dikandungan Ibu, dimana cara hidup Ibu ataupun Ayah sesuai dengan Firman Tuhan.
2.      Ulangan 4:9
Yaitu melakukan kebenaran dan keadilan. Kedua hal ini harus dilakukan dengan seimbang. Didalam suatu keluarga, baik orang tua maupun anggota keluarga seharusnya semua melakukan kebenaran-kebenaran yang diajarkan Firman Tuhan. Orang tua tidak hanya menuntut anaknya saja yang harus menurut Firman Tuhan, sebaliknya anak pun tidak boleh menuntut orang tua saja tapi tidak memperhatikan keadaan sendiri, masing-masing harus memiliki sikap adil. Termasuk didalamnya, orang tua juga harus bersikap adil dalam mengasihi semua anak-anaknya.

Yosua adalah keturunan Abraham, bapa orang percaya. Dengan kepercayaan dan ketaatannya kepada Tuhan, berkat Abraham dirasakan pula oleh Yosua. Begitu pula halnya dengan kita, jika cara hidup kita seperti Abraham dan Yosua, maka berkat dan keberhasilan akan menjadi milik kita. Tuhan Yesus akan memberkati secara pribadi bahkan keluarga kita yang sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan, yaitu menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan.

Tidak ada komentar: